Bagi akademisi, baik itu kalangan dosen maupun mahasiswa memahami tata cara membuat karya ilmiah populer sangat penting. Tujuannya agar peluang diterima redaksi media massa dan terbit bersama edisi terbaru semakin besar. Lalu, seperti apa cara yang benar dalam menyusunnya? Berikut informasinya.
Daftar Isi
TogglePengertian Karya Ilmiah Populer
Karya ilmiah populer adalah tulisan ilmiah yang dipublikasikan di sebuah media massa dan membahas isu yang sedang hangat diperbincangkan dan disajikan dalam bahasa populer (umum) agar mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai kalangan.
Berhubung karya tulis ini dimuat di media massa dan kemudian bisa dibaca oleh siapa saja dengan berbagai latar belakang pendidikan hingga status sosial. Maka umumnya tidak ada kaidah khusus dalam penyusunan. Seperti struktur penulisan yang lebih fleksibel, gaya bahasa yang lebih fleksibel dan mengedepankan ragam kata umum, dll.
Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Menulis Esai Ilmiah Sesuai Kaidah
Struktur Karya Ilmiah Populer yang Benar
Bagi dosen dan mahasiswa, pada saat menerapkan tata cara membuat karya ilmiah populer biasanya punya tujuan akademik. Sehingga terdapat beberapa ketentuan yang mengatur penulisan karya ilmiah populer tersebut. Secara umum, struktur karya ilmiah populer adalah sebagai berikut:
1. Judul
Bagian yang pertama pada struktur karya ilmiah populer adalah judul. Judul berisi topik utama yang diangkat oleh penulis. Kemudian disusun sedemikian rupa agar menarik minat baca masyarakat.
2. Pendahuluan
Bagian kedua adalah pendahuluan. Bagian pendahuluan diisi dengan penjelasan mengenai topik yang dibahas, latar belakang membahas topik tersebut, hingga menjelaskan metode pengumpulan data untuk membahas topik tersebut.
Baca Juga: Template Artikel Opini dan Format Penulisan Sesuai Kaidah
3. Isi
Bagian yang ketiga adalah isi dari karya ilmiah populer. Bagian ini menjadi inti dari karya ilmiah populer tersebut. Isinya tentu membahas topik utama secara rinci dengan runtut dan mendalam.
Bagian isi juga bisa menjelaskan argumen atau opini yang dimiliki terkait topik pembahasan. Namun, argumen ini harus relevan dengan beberapa data yang sudah dipaparkan atau data dari referensi yang digunakan. Jadi, bukan sekedar asumsi pribadi maupun hasil imajinasi.
4. Penutup
Bagian yang terakhir di dalam struktur karya ilmiah populer adalah penutup. Pada bagian ini biasanya diisi dengan rangkuman penjelasan pada bagian isi. Disusul dengan kesimpulan hingga saran dari penulis kepada pembaca maupun pihak tertentu.
Parafrase Indonesia memiliki layanan E-Book Mengubah Buku Referensi dari Jurnal yang dapat membantu anda dalam mengubah sebuah kumpulan jurnal menjadi buku monograf tanpa penerbit
Cara Membuat Karya Ilmiah Populer oleh Dosen dan Mahasiswa
Bagi dosen maupun mahasiswa yang akan menyusun karya ilmiah populer. Maka selain memahami struktur penulisannya seperti apa. Juga perlu memahami cara menyusunnya dengan baik dan benar. Secara umum, karya ilmiah populer yang ditulis para akademisi ini tahapannya tidak berbeda jauh. Berikut penjelasannya:
1. Menentukan Topik yang Akan Dibahas
Tahap yang pertama dalam menulis karya ilmiah populer adalah menentukan topik penelitian untuk dibahas. Bagi dosen dan mahasiswa, topik yang dipilih tentunya harus sejalan dengan bidang keilmuan yang ditekuni.
Pada mahasiswa, topik relevan dengan program studi atau jurusan kuliah yang sedang ditempuh. Sedangkan bagi dosen, topik yang dipilih sesuai dengan kepakarannya di suatu bidang keilmuan.
Tujuannya agar topik tersebut memang sesuai kapasitas dan kompetensi pengetahuan serta wawasan akademisi. Khusus untuk dosen, topik karya ilmiah populer yang sesuai kepakaran membantu pengakuan di penilaian angka kredit dan pelaporan BKD.
2. Mencari dan Memilih Referensi
Tahap kedua dalam cara membuat karya ilmiah populer bagi akademisi adalah mencari dan memilih referensi yang akan digunakan. Karya ilmiah populer sekalipun bukan termasuk karya tulis ilmiah. Namun, tetap wajib memiliki referensi yang kredibel.
Terlebih bagi dosen yang penyusunannya bertujuan untuk mendapat tambahan poin angka kredit dan diklaim saat pelaporan BKD. Referensi yang digunakan bisa dari berbagai jenis publikasi ilmiah. Seperti artikel prosiding, artikel jurnal ilmiah, buku ilmiah, dan sebagainya.
Bisa juga dari sumber lain yang dijamin kredibel. Seperti pusat data statistik dari lembaga pemerintah, website resmi lembaga dan kementerian pemerintah, website resmi perguruan tinggi, dan lain sebagainya.
3. Menyusun Kerangka Karya Ilmiah Populer
Cara membuat karya ilmiah populer selanjutnya adalah tahap menyusun kerangka tulisan. Secara umum, menyusun kerangka bersifat opsional. Sebab fungsinya menjadi peta jalan yang membantu dosen dan mahasiswa menyusun karya ilmiah populer.
Bagi akademisi yang sudah terbiasa menyusunnya, kadang tanpa kerangka sudah bisa mengalir sendiri. Jadi, pastikan memahami karakteristik diri sendiri apakah perlu kerangka atau tidak.
Menyusun kerangka bisa membantu pembahasan terstruktur dan terfokus. Sekaligus melancarkan proses penulisan, karena sebelum mulai menulis sudah tahu akan membahas apa. Jadi, bisa menyiapkan referensi yang sesuai dan menentukan apa saja yang akan dibahas di dalamnya.
4. Menyusun Naskah Sesuai Kerangka
Tahap berikutnya dalam proses menulis karya ilmiah populer adalah menyusun naskah atau memulai proses penulisan. Gunakan kerangka tulisan yang disusun pada tahap sebelumnya dan bisa disusun berurutan dari bagian paling pertama.
Menyusun berurutan bagian demi bagian sesuai urutan di kerangka membantu menyusun secara lebih sistematis. Dosen dan mahasiswa bisa membahas topik dari hal paling dasar menuju pembahasan di level lebih kompleks. Sehingga memudahkan pembahasan dan mencegah ada inkonsistensi.
5. Penyuntingan
Setelah naskah karya ilmiah populer selesai disusun, jangan buru-buru dikirim ke redaksi media massa. baca ulang naskah, kemudian menganalisis ada tidaknya kesalahan, jika ada maka segera dikoreksi.
Penyuntingan dan editing untuk hal teknis dan kesalahan yang mudah disadari sangat penting. Sehingga bisa menyempurnakan naskah karena kesalahan tertentu bisa diperbaiki sebelum dibaca oleh redaksi media massa.
6. Proses Publikasi
Tahap berikutnya dalam proses menulis karya ilmiah populer adalah mengurus publikasinya di media massa. Tentukan media massa yang dituju, lalu kirimkan naskah sesuai ketentuan redaksi.
Apakah pada tahap ini akan ada revisi? Terkait hal ini, bergantung pada kebijakan redaksi media massa. Beberapa meminta revisi dilakukan oleh penulis. Namun, mayoritas media massa menetapkan kebijakan naskah dipublikasikan sesuai standar internal.
Sehingga revisi (perubahan) pada isi naskah dilakukan redaksi, baik dengan atau tanpa persetujuan penulis. Ketentuan ini biasanya tercantum di website resmi media massa atau disampaikan saat berkomunikasi di kontak narahubung. Karya ilmiah populer yang dimuat biasanya media massa memberikan fee kepada penulis.
Baca Juga: 8 Contoh Artikel Opini yang Benar dengan Berbagai Tema
Apa Perbedaan Karya Ilmiah Populer yang Ditulis Dosen dan Mahasiswa?
Secara tahapan, cara membuat karya ilmiah populer oleh dosen dan mahasiswa memang sama. Akan tetapi, tetap bisa dijumpai beberapa perbedaan. Diantaranya adalah:
1. Tujuan Penulisan
Perbedaan yang pertama adalah pada tujuan penulisan. Bagi mahasiswa, tujuan biasanya lebih sederhana seperti memenuhi tugas kuliah yang diberikan oleh dosen. Sementara bagi dosen, tujuan penulisan bisa beragam dan kompleks.
Baik untuk mengasah keterampilan menulis, memenuhi BKD, menyebarluaskan hasil penelitian, mendapat tambahan poin angka kredit, dll. Tujuan ini tentu saja bisa berbeda-beda antara satu akademisi dengan akademisi lain.
2. Sumber Utama Penulisan
Perbedaan kedua terletak pada sumber utama penulisan. Secara umum, dosen menerbitkan karya ilmiah populer untuk menyebarluaskan hasil penelitian. Sehingga sumber utamanya adalah hasil penelitian itu sendiri. Sementara bagi mahasiswa, sumber utama bisa dari berbagai referensi.
3. Kedalaman Pembahasan Topik
Aspek lain yang menjadi perbedaan karya ilmiah populer yang ditulis dosen dan mahasiswa adalah kedalaman pembahasan. Umumnya, karya ilmiah populer yang ditulis mahasiswa memiliki pembahasan yang tidak terlalu mendalam. Sebab memang akan mengacu pada data referensi yang digunakan.
Sedangkan pada dosen, pembahasan di karya ilmiah populer cenderung lebih mendalam. Hal ini terjadi, karena umumnya dosen sudah menguasai topik yang dibahas. Terlebih da tuntutan untuk sesuai kepakaran di bidang keilmuan yang ditekuni dosen.
Melalui penjelasan tersebut, apakah Anda semakin tertarik untuk menulis karya ilmiah populer? Menulis karya ilmiah jenis ini bisa dipertimbangkan dan dijadikan rutinitas. Sebab bisa mengasah keterampilan menulis.
Selain itu, bagi dosen bisa membantu memenuhi BKD dan pengembangan karir akademik. Kemudian, ditambah ada fee (penghasilan) dan kesempatan memperluas relasi. Jadi, silahkan menerapkan detail tata cara membuat karya ilmiah yang sudah dijelaskan.
sumber:
- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (2025). Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 39/M/KEP/2026 Tentang Petunjuk Teknis Layanan Pengembangan Profesi dan Karier Dosen. https://lldikti3.kemdiktisaintek.go.id/wp-content/uploads/2026/03/Salinan-Kepmendiktisaintek-39MKEP2026_Juknis-Layanan-Pengembangan-Profesi-dan-Karier-Dosen.pdf
- Widyanti, F. G. (2021). Simak Tips Menulis Artikel Ilmiah Populer dari Para Ahli. Diakses pada 17 Juli 2026 dari https://unair.ac.id/simak-tips-menulis-artikel-ilmiah-populer-dari-para-ahli/
- Hakim, L. (2025). Karya Ilmiah Populer: Contoh, Jenis, Struktur, dan Manfaat. Diakses pada 17 Juli 2026 dari https://deepublishstore.com/blog/penelitian-skripsi/karya-ilmiah-populer/?srsltid=AfmBOookw-xgbdwzvLc6RaQi7RjufIVowlDvUjSbTc7sPMVYkU1Us-x3
- Rubrik BKD 2021. (2021). Universitas Brawijaya. https://serdos.ub.ac.id/wp-content/uploads/2021/07/Rubrik-BKD-2021.pdf
- Perbedaan Karya Ilmiah dengan Ilmiah Populer: Cek Ciri-Cirinya. (n.d). Universitas Prasetiya Mulya. Diakses pada 17 Juli 2026 dari https://www.prasetiyamulya.ac.id/office/publishing/perbedaan-karya-ilmiah-dengan-ilmiah-populer-cek-ciri-cirinya/
- Agustin, N. M. (2025). Perbedaan Menulis Artikel Akademik vs Populer. Diakses pada 17 Juli 2026 dari https://ikom.fisipol.unesa.ac.id/post/perbedaan-menulis-artikel-akademik-vs-populer
- Kardipah, S. (n.d). Prinsip Dasar dan Struktur Penulisan Karya Ilmiah. Universitas Terbuka. https://pustaka.ut.ac.id/lib/wp-content/uploads/pdfmk/IDIK401303-M1.pdf

