Update daftar hibah penelitian maupun hibah publikasi ilmiah seperti hibah buku, tentunya menjadi agenda rutin kalangan dosen. Sebab melalui program hibah inilah dosen mendapat dukungan pendanaan dalam menjalankan tugas akademik.
Lalu, di tahun 2026 ada program hibah penelitian apa saja yang bisa diakses dosen? Berikut informasinya.
Daftar Isi
ToggleApa Itu Hibah Penelitian?
Membahas topik mengenai daftar hibah penelitian, tentu perlu dimulai dari memahami apa itu program hibah penelitian. Dalam konteks penggunaan di lingkungan akademik, hibah adalah suatu program pendanaan untuk mendukung aktivitas akademik.
Jenis program hibah sangat beragam dan diselenggarakan oleh berbagai pihak.
Beberapa hibah ditujukan hanya untuk dosen, untuk mahasiswa, dan ada juga yang bisa diakses dosen maupun mahasiswa. Masing-masing program hibah memiliki ketentuan syarat, prosedur pendaftaran, tahap seleksi, cakupan dan besaran pendanaan, sampai target penerima yang berbeda-beda. Hal ini juga berlaku untuk program hibah penelitian yang diakses kalangan dosen.
Baca Juga: Apa Itu Hibah Buku Ajar? Berikut Manfaat dan Strategi Meraihnya
Mengapa Hibah Penelitian Penting?
Update informasi daftar hibah penelitian dan mengakses proses pendaftaran menjadi rutinitas dosen di Indonesia. Hal ini menunjukan pentingnya program hibah penelitian tersebut. Berikut penjelasan arti penting program dana hibah penelitian yang dimaksud:
1. Mendukung Dosen Melaksanakan Tugas Penelitian
Program hibah penelitian membantu dosen mendapat dukungan pendanaan. Sumber pendanaan penelitian dosen memang bisa dari internal perguruan tinggi yang menaungi. Hanya saja seringkali jumlah pendanaan terbatas.
Dosen tentunya butuh pendanaan lebih, terutama saat melaksanakan penelitian terapan dan pengembangan. Serta penelitian yang sifat atau durasinya lebih dari 1 tahun. Sehingga mengakses pendanaan dari pihak eksternal perguruan tinggi.
2. Membantu Penyebarluasan Hasil Penelitian
Memiliki Daftar hibah penelitian yang cukup panjang juga membantu dosen untuk menyebarluaskan hasil penelitian. Sehingga tidak hanya mendukung dosen melaksanakan penelitian sesuai roadmap yang sudah disusun.
Besaran pendanaan tentunya mencakup juga untuk mencapai luaran penelitian. Baik itu dalam bentuk publikasi ilmiah, pengurusan HKI seperti paten, dan luaran lainnya.
Baca Juga: Format Proposal Hibah Penelitian
3. Menunjang Karir Akademik dan BKD
Hibah penelitian, hibah buku, hibah PkM, dan hibah jenis lainnya. Tentu ikut mendukung dosen dalam mengembangkan jenjang jabatan akademik. Sekaligus memenuhi target BKD sesuai ketentuan Kemdiktisaintek.
Dalam pemenuhan BKD, dosen wajib melaksanakan 3 tugas pokok sesuai tri dharma dan juga tugas penunjang. Disusul dengan kewajiban khusus yang wajib dilaporkan per 3 tahun sekali.
Menjalankan penelitian termasuk di dalamnya, luaran dalam bentuk paten maupun publikasi ilmiah serta lainnya juga bisa diklaim dalam BKD. Sehingga hibah penelitian membantu doen produktif meneliti dan mengurus publikasi.
4. Mendukung Akreditasi, Klasterisasi, dan Peringkat Institusi
Program hibah yang mendukung dosen mengoptimalkan kinerja akademiknya. Tentu ikut memberi dampak positif bagi perguruan tinggi tempatnya mengabdi. Sebab kinerja akademik dosen adalah kinerja akademik perguruan tinggi tersebut.
Berbagai dampak yang langsung terlihat adalah membantu meraih nilai akreditasi optimal, baik akreditasi institusi maupun akreditasi prodi (jurusan). Disusul dengan mendukung optimasi penilaian klasterisasi dari Kemdiktisiantek dan pemeringkatan institusi (baik secara nasional maupun global).
5. Menunjang Perluasan Jaringan dan Kerjasama
Program hibah penelitian juga penting bagi dosen untuk memperluas jaringan akademik. Lewat hibah, dosen bisa aktif melakukan penelitian. Beberapa hibah bahkan mendorong dosen berkolaborasi dengan dosen dan peneliti lain.
Baca Juga: Mudah! Ini Contoh Proposal Hibah Penelitian Dosen Pemula
Daftar Hibah Penelitian untuk Dosen
Sesuai penjelasan sebelumnya, daftar hibah penelitian tentunya sangat panjang. Sebab diselenggarakan berbagai pihak dan umumnya menjadi program rutin. Jadi, setiap tahunnya akan ada banyak program hibah resmi dibuka pendaftarannya.
Bagi para dosen yang mencari informasi program daftar hibah penelitian di tahun 2026, berikut beberapa diantaranya:
1. Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemdiktisaintek
Salah satu program hibah penelitian yang banyak ditunggu dosen adalah hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dari Kemdiktisaintek. Program hibah ini sendiri merupakan program tahunan dan termasuk hibah bergengsi.
Sebab diselenggarakan Kemdiktisaintek yang dijamin kredibel sebagai kementerian yang dinaungi pemerintah. Disusul dengan besaran dana hibah penelitian yang terbilang tinggi, ditujukan khusus untuk dosen, dan dihadirkan dalam banyak skema hibah sekaligus.
Hibah penelitian Kemdiktisaintek sendiri di tahun 2026 sudah ditutup pendaftarannya. Namun, umumnya hibah penelitian di tahun anggaran berikutnya sudah mulai diumumkan di kuartal akhir setiap tahun. Antara bulan Agustus sampai Oktober per tahunnya.
2. Hibah BRIN
Rekomendasi kedua dalam daftar hibah penelitian yang bisa diakses dosen adalah hibah BRIN. Melalui website resminya, BRIN secara resmi membuka pendaftaran untuk hibah di skema RIIM Kompetisi.
Pendaftaran batch kedua akan dibuka pada 1-31 Juli 2026 mendatang. Para dosen bisa mempersiapkan pendaftaran dengan membaca buku panduan. Buku panduan RIIM Kompetisi 2026 bisa diakses melalui https://miniox.brin.go.id/cfp-brin/juknises/6a27968b63623.pdf.
Berikut adalah daftar tema dan topik penelitian yang bisa diajukan dalam RIIM Kompetisi 2026:
- Kedaulatan Pangan;
- Kedaulatan Energi;
- Kedaulatan Kesehatan;
- Ketahanan Air dan Pengembangan Lingkungan Hidup Berkelanjutan;
- Penguatan Industri Strategis;
- Penguatan Ketahanan Sosial dan Masyarakat;
- Pengembangan Kedirgantaraan dan Keantariksaan;
- Pengembangan Ketenaganukliran; dan
- Tema/topik lainnya selain yang ditetapkan pada Skema Riset Inovasi Strategis.
Informasi lebih rinci mengenai RIIM Kompetisi tahun 2026 bisa mengunjungi website resmi BRIN. Yakni melalui tautan berikut.
Parafrase Indonesia saat ini aktif mendukung perkembangan jenjang karir dosen, oleh karena itu kami memiliki Layanan Konversi KTI yang membantu dosen dalam mempercepat Jabfung dan pemenuhan BKD.
3. RIIM Kolaborasi Internasional JST 2nd Call Bioenergy
Daftar hibah penelitian 2026 berikutnya yang bisa diakses dosen dan masih dibuka pendaftarannya adalah RIIM Kolaborasi Internasional JST 2nd Call Bioenergy. Sesuai dengan namanya, hibah penelitian ini juga diselenggarakan oleh BRIN.
Dalam program ini, dosen dan peneliti dari Indonesia didorong dan diwajibkan berkolaborasi dengan peneliti dari negara Jepang. Proposal usulan sudah bisa diajukan ke pihak BRIN dari 21 Mei 2026 sampai 22 Juli 2026.
Informasi lebih detail mengenai persyaratan, buku panduan, template proposal usulan, template CV pengusul, dan sebagainya. Bisa mengunjungi tautan RIIM Kolaborasi Internasional
4. Research Grants on Education: Large
Selanjutnya dalam daftar hibah penelitian yang bisa diakses dosen adalah program bertajuk Research Grants on Education: Large yang diselenggarakan oleh Spencer Foundation. Sehingga diselenggarakan oleh organisasi dari luar negeri.
Sesuai dengan nama programnya, hibah penelitian ini ditujukan untuk mendanai penelitian yang mengangkat topik terkait pendidikan. Sekaligus mendorong kolaborasi internasional.
Tenggat waktu pengajuan proposal usulan pada 7 Juli 2026 sesuai waktu di Amerika Utara. Informasi lebih detail mengenai hibah ini bisa mengunjungi tautan berikut https://www.spencer.org/grant_types/large-research-grant.
5. Program Indonesia Toray Science Foundation (ITSF) ke-33 Tahun 2026
Pilihan berikutnya dari daftar hibah penelitian adalah Program Indonesia Toray Science Foundation (ITSF). Pada tahun 2026 menjadi tahun ke-33 program ini digelar dan berisi 3 jenis kegiatan.
Salah satunya hibah penelitian yang diberi tajuk Science and Technology Research Grant (STRG). Melalui STRG ini, para dosen dan peneliti di Indonesia berkesempatan mendapat dana penelitian sebesar Rp700 juta per proposal dan akan diterima oleh 15 peneliti (15 proposal usulan).
Para dosen yang tertarik dan memenuhi syarat di program STRG 2026 bisa menyiapkan proposal usulan. Tenggat waktu pengajuan maksimal di 31 Agustus 2026..
Selain mengakses hibah penelitian dari berbagai pihak di atas. Dosen juga bisa mengakses hibah penelitian dari perguruan tinggi yang menaungi. Hanya saja, besaran dana hibah penelitian dari internal institusi tidak sebesar pihak eksternal. Namun, bisa dipertimbangkan khususnya untuk dosen pemula yang menjalankan penelitian dasar.
Hal yang Perlu Dipersiapkan dalam Meraih Hibah Penelitian
Meraih salah satu dari sekian daftar hibah penelitian tentu tidak bisa asal-asalan. Baik hibah Kemdiktisaintek, hibah BRIN, hibah dari lembaga dan negara lain. Tentu sifatnya kompetitif, sehingga ada persyaratan yang harus dipenuhi dosen.
Sekaligus ada prosedur penyusunan dan pengajuan proposal usulan. Disusul dengan proses seleksi, baik itu administrasi, substansi, maupun ada seleksi wawancara. Jadi, sangat disarankan dosen menyusun persiapan sebelum mendaftar hibah penelitian agar potensi lolos seleksi lebih tinggi. Berikut beberapa persiapan yang bisa dipertimbangkan:
1. Identifikasi Penyelenggara Hibah yang Tepat
Persiapan yang pertama, tentu saja melakukan identifikasi pihak mana saja yang menyelenggarakan program hibah penelitian. Penyelenggara hiah sendiri sesuai penjelasan sebelumnya sangat banyak.
Beberapa rutin menyelenggarakan hibah, sehingga pendaftaran dibuka setiap tahun. Beberapa bahkan menggelar hibah dalam beberapa kali periode pendaftaran. Misalnya seperti hibah BRIN, pada skema RIIM Kompetisi di tahun 2026 dibuka dalam beberapa batch.
Para dosen bisa mencari informasi melalui berbagai cara dan media, tidak hanya dari internet tapi juga dari jaringan yang dimiliki. Susun seluruh daftar hibah penelitian tersebut di buku catatan atau media lainnya. Kemudian, pahami program hibah mana yang sesuai. Baik dari persyaratan, durasi penelitian, besaran dana, dll.
2. Membaca Buku Panduan Hibah Penelitian
Persiapan kedua untuk memperbesar potensi meraih hibah penelitian adalah membaca buku panduan. Umumnya penyelenggara hibah menyediakan buku panduan. Bahkan beberapa menyelenggarakan kegiatan sosialisasi program.
Silahkan membaca buku panduan dan kegiatan sosialisasi tersebut. Sebab membantu memahami program hibah tersebut bagaimana. Sehingga bisa memberi bahan pertimbangan lebih lengkap untuk menentukan ikut mendaftar atau tidak. Sekaligus mematangkan persiapan, sebab lebih tahu apa saja yang perlu disiapkan.
3. Menyiapkan Kelengkapan Administrasi Pendaftaran
Persiapan berikutnya, menyiapkan kelengkapan administrasi. Umumnya dalam hibah penelitian tidak hanya mengirimkan proposal usulan. Akan tetapi juga menyertakan sejumlah dokumen pelengkap.
Misalnya CV, surat pernyataan tertentu, dan lain sebagainya. Setiap hibah memiliki syarat administrasi tersendiri. Hal ini menyesuaikan dengan kebijakan dari penyelenggara hibah tersebut. Disarankan seluruh dokumen disiapkan jauh-jauh hari, sehingga lengkap di hari H pendaftaran.
4. Mengasah Kompetensi Menyusun Karya Tulis Ilmiah
Persiapan keempat dalam meraih berbagai daftar hibah penelitian adalah mengasah kompetensi menyusun karya tulis ilmiah. Kenapa? Sebab dalam hibah, sangat erat kaitannya dengan berbagai jenis karya tulis ilmiah.
Mulai dari proposal usulan, laporan kemajuan penelitian untuk monev (monitoring dan evaluasi), laporan akhir kegiatan penelitian, artikel jurnal, artikel prosiding, naskah buku, dan luaran lainnya dalam bentuk KTI. Mengasah keterampilan menulis sangat penting, terlebih untuk mengoptimalkan kualitas proposal usulan.
5. Membangun Riwayat Publikasi Ilmiah Berkualitas
Persiapan berikutnya, dosen bisa membangun riwayat publikasi ilmiah. Artinya, dosen bisa meningkatkan kuantitas dan kualitas publikasi ilmiah. Sebab riwayat publikasi ilmiah ini membantu dosen menunjukan kinerja penelitian yang baik.
Selain itu, asesor sejumlah program hibah juga memperhatikan rekam jejak penelitian dosen lewat riwayat publikasi yang dimiliki. Membangun riwayat ini tentu butuh waktu lama. Jadi, dosen perlu konsisten menulis dan mengurus publikasi ilmiah. Baik itu jurnal, prosiding, menerbitkan buku, dll.
6. Mengikuti Pelatihan Terkait Penelitian
Persiapan penting berikutnya untuk memperbesar peluang sukses dalam daftar hibah penelitian dan seleksinya adalah ikut pelatihan. Ada banyak pelatihan ditujukan kepada dosen dan membantu dalam penelitian maupun meraih hibah.
Selain itu, pastikan rutin update daftar hibah penelitian dan mengecek jadwal pendaftarannya. Sehingga mengajukan proposal tepat waktu. Beberapa hibah mungkin tidak menetapkan batas waktu seperti hibah BRIN pada skema tertentu di luar RIIM Kompetisi.
sumber:
- Aziz, A. (2026). Jangan Sampai Terlewat! Daftar Program Hibah Penelitian Tahun 2026 Ini Wajib Diikuti Dosen! Diakses pada 12 Juni 2026 dari https://duniadosen.com/riset/program-hibah-penelitian-2026/
- Aziz, A. (2026). 6 Sumber Pendanaan Penelitian Dosen yang Wajib Diketahui. Diakses pada 12 Juni 2026 dari https://duniadosen.com/riset/sumber-pendanaan-penelitian/
- Aulia, S. S. (2024). Peran Hibah Penelitian dalam Indikator Kinerja Dosen. Diakses pada 12 Juni 2026 dari https://ebizmark.id/artikel/peran-hibah-penelitian-dalam-indikator-kinerja-dosen/?srsltid=AfmBOopJWgGcIIcNLs3VbbNl6lxBQiU75nLw_qlUUHPD9_EuaE5uwx2E
- Tips Mendapatkan Dana Hibah Buat Dosen. (2024). Universitas Medan Area. Diakses pada 12 Juni 2026 dari https://p2dpm.uma.ac.id/2024/07/06/tips-mendapatkan-dana-hibah-buat-dosen/
- Research Grants on Education: Large. (2026). Spencer Foundation. Diakses pada 12 Juni 2026 dari https://www.spencer.org/grant_types/large-research-grant
- Pengumuman Pembukaan Program Indonesia Toray Science Foundation (ITSF) ke-33 Tahun 2026. (2026). Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Diakses pada 12 Juni 2026 https://www.its.ac.id/drpm/pengumuman-pembukaan-program-indonesia-toray-science-foundation-itsf-ke-33-tahun-2026/

