Setiap pemilik profesi tentu perlu mengikuti sertifikasi BNSP untuk mendapat jaminan pengakuan dan perlindungan atas profesi yang ditekuni.
Dalam mendapat sertifikasi BNSP tersebut, tentunya akan ada uji kompetensi yang dinilai oleh asesor kompetensi. Lalu, bagaimana seseorang bisa mengikuti sertifikasi asesor kompetensi? Berikut informasinya.Â
Daftar Isi
ToggleApa itu Sertifikasi Asesor?
Sertifikasi adalah proses penilaian dan pengakuan resmi terhadap kompetensi, pengetahuan, keterampilan, atau kelayakan seseorang berdasarkan kebijakan yang berlaku. Sementara asesor adalah seseorang yang memiliki kewenangan dan kompetensi untuk melakukan penilaian atau asesmen terhadap kompetensi pemilik profesi tertentu.Â
Sehingga, sertifikasi asesor adalah proses penilaian kompetensi seseorang untuk membuktikan sudah memiliki kompetensi yang memadai dalam menjalankan tugas sebagai penilai (asesor).
Jika sudah memiliki sertifikat asesor maka sudah memiliki dokumen yang membuktikan pemiliknya kompeten menjalankan tugas dan kewajiban asesor. Pemilik sertifikat ini kemudian disebut asesor kompetensi.Â
Kebijakan terkait proses sertifikasi asesor, penerbitan sertifikat asesor kompetensi, dan detail lainnya ditentukan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sementara penyelenggara proses sertifikasi adalah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang diakui oleh BNSP. Jadi para calon asesor perlu memastikan mengikuti pelatihan di LSP resmi.
Baca Juga:
- Cara Meningkatkan Angka Kredit Prestasi Melalui Konversi KTI
- 9 Karakteristik Buku Monograf Menurut PO Angka Kredit
Syarat untuk Bisa Mengikuti Sertifikasi Asesor BNSP
Siapa saja bisa menjadi peserta pelatihan asesor kompetensi sekaligus mengikuti sertifikasi asesor. Hanya saja, setiap LSP biasanya menetapkan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi calon peserta.
Syarat dan ketentuan ini berbeda-beda di setiap LSP. Namun, secara umum syarat dalam proses sertifikasi asesor BNSP adalah sebagai berikut:
1. Memiliki Kompetensi Teknis Sesuai Bidang KeahlianÂ
Syarat yang pertama berkaitan dengan syarat untuk bisa mengikuti pelatihan asesor. Yakni memiliki kompetensi teknis pada suatu bidang keahlian. Misalnya, jika Anda ahli dan praktisi berpengalaman dalam desain grafis.
Maka tentunya akan mengikuti pelatihan asesor kompetensi desain grafis. Sehingga wajib menguasai kompetensi desain grafis itu sendiri. Salah satu bukti untuk menegaskan sudah memiliki kompetensi tersebut adalah memegang sertifikat BNSP.
2. Memenuhi Kualifikasi Akademik dan/atau PengalamanÂ
Syarat sertifikasi asesor maupun pelatihan asesor yang kedua adalah memenuhi ketentuan kualifikasi akademik. Baik dengan atau tanpa kewajiban punya pengalaman pada profesi tertentu yang sesuai bidang keahlian.
Setiap LSP biasanya mensyaratkan calon asesor kompetensi yang ikut pelatihan memiliki pendidikan terakhir sesuai ketentuan. Beberapa LSP mungkin meminta pendidikan terakhir minimal SMA/SMK dan sederajat.
Ada juga yang mensyaratkan minimal lulus Diploma atau Sarjana, bahkan lulusan Pascasarjana. Jadi, para calon asesor kompetensi bisa menyesuaikan dengan ketentuan LSP yang dituju.
Parafrase Indonesia memiliki E-Book Referensi dari Jurnal yang dapat membantu anda menyelesaikan naskah buku referensi dari jurnal ilmiah
Termasuk ada tidaknya persyaratan punya pengalaman minimal berapa lama. Beberapa LSP meminta pengalaman minimal 3 tahun, 5 tahun, dan ada juga yang tidak mensyaratkan pengalaman.
3. Memenuhi Syarat Administrasi Pendaftaran Sertifikasi AsesorÂ
Syarat ketiga dalam mengikuti pelatihan hingga proses sertifikasi asesor adalah memenuhi syarat administrasi pendaftaran. Syarat ini juga menyesuaikan dengan kebijakan LSP yang dituju.
Jadi, pada saat melakukan pendaftaran pelatihan dan proses sertifikasi ada kewajiban melampirkan dokumen apa saja. Secara umum, kebanyakan LSP meminta dokumen KTP atau kartu identitas lain yang masih berlaku, sertifikat BNSP, ijazah pendidikan terakhir, pas foto terbaru, dan sebagainya.
4. Mengikuti Pelatihan Asesor dan Uji KompetensiÂ
Syarat pelatihan dan sertifikasi asesor berikutnya tentu saja bersedia serta siap mengikuti kedua tahapan tersebut. Jadi, setelah melakukan pendaftaran bukan berarti bisa menerima sertifikat asesor kompetensi.
Calon asesor kompetensi wajib mengikuti pelatihan, biasanya berdurasi beberapa hari. Mayoritas selama satu pekan atau 5 hari kerja. Kemudian, pelatihan ini sifatnya berbayar.
Syarat berikutnya untuk menerima sertifikat asesor kompetensi adalah mengikuti proses uji kompetensi (sertifikasi asesor). Umumnya, biaya sertifikasi sudah menyatu dengan biaya pelatihan.
5. Dinyatakan Lulus Sertifikasi AsesorÂ
Syarat terakhir sebagai cara mendapatkan sertifikat asesor kompetensi adalah lulus sertifikasi asesor atau uji kompetensi. Jadi, hasil penilaian asesor master dalam sertifikasi yang diikuti peserta harus dinyatakan lulus.
Baru kemudian LSP akan menerbitkan sertifikat asesor dan diterima peserta. Begitu juga sebaliknya. Jika dinyatakan tidak lulus, maka tidak bisa menerima sertifikat asesor. Peserta bisa mengulang kembali proses sertifikasi.
Adapun untuk sertifikat asesor kompetensi umumnya masa berlaku 3 tahun. Jadi, setelah masa berlaku habis perlu mengikuti pelatihan dan/atau sertifikasi ulang. Detailnya bisa dikonsultasikan dengan pihak LSP.
Baca Juga: Apa itu Asesor BKD? Pengertian, Syarat dan Tugas Utama
Tips Mendapatkan Sertifikat Asesor BNSPÂ
Memastikan sertifikat asesor kompetensi kredibel dan diakui semua pihak. Maka calon asesor perlu mengikuti sertifikasi resmi. Berikut beberapa tips untuk mendapatkan sertifikat asesor BNSP yang dijamin kredibel dan diakui tersebut:
1. Memastikan Memilih LSP ResmiÂ
Tips yang pertama adalah mengikuti pelatihan dan sertifikasi di LSP resmi. Ada banyak LSP di Indonesia dan LSP yang dikatakan resmi adalah yang diakui BNSP. Jadi, pastikan LSP yang dituju untuk pelatihan hingga sertifikasi sudah diakui BNSP.
Ada banyak cara bisa dilakukan untuk memastikan suatu LSP resmi dan diakui BNSP. Pertama, cek website resmi LSP tersebut. Biasanya mencantumkan nomor lisensi yang diberikan BNSP. Cek nomor lisensi tersebut apakah benar dan masih berlaku atau tidak di website resmi BNSP.
Cara kedua, bisa mencari nama LSP di website resmi BNSP yang menyediakan fitur daftar LSP yang diakui. Seluruh LSP resmi tersebut bisa dicek daring melalui tautan berikut https://bnsp.go.id/index.php/lsp.Â
2. Pastikan Memenuhi Syarat Pelatihan dan Sertifikasi Asesor
Tips kedua dalam mendapatkan sertifikat asesor adalah memastikan sudah memenuhi syarat ikut pelatihan asesor. Sekaligus memenuhi syarat untuk mengikuti proses sertifikasi asesor itu sendiri.
Sesuai penjelasan sebelumnya, syarat umum pelatihan dan sertifikasi dijelaskan di atas. Sedangkan detail rinci persyaratannya bisa mengecek di website dan akun media sosial resmi LSP yang dituju.
Biasanya saat pembukaan pendaftaran pelatihan dan proses sertifikasi, pihak LSP akan mengumumkan kepada publik. Khususnya lewat dua media daring tersebut. Jadi, silahkan aktif melakukan pengecekan dan pahami syaratnya apa saja.
Kemudian pastikan bisa dipenuhi, jangan asal mendaftar. Sebab jika memang dari awal tidak memenuhi persyaratan. Maka tentunya pendaftaran tidak bisa diproses oleh LSP tersebut, begitu juga dengan sertifikasi.
3. Mengikuti Pelatihan Sampai TuntasÂ
Tips yang ketiga, pastikan siap untuk mengikuti kegiatan pelatihan asesor kompetensi sampai tuntas. Pahami buku panduan yang disediakan LSP untuk mengecek apa saja kegiatan pelatihan, materi, jadwal kegiatan, dan detail lainnya.
Sehingga dari jauh-jauh hari sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti seluruh kegiatan pelatihan tersebut. Baca juga ketentuan absensi aturannya bagaimana, maksimal izin berapa kali, dan detail lainnya.
4. Pelajari Pedoman dan Skema Sertifikasi
Tips berikutnya khusus untuk proses sertifikasi asesor yang diikuti. Tips yang paling pertama, pastikan sudah membaca pedoman atau buku panduan sertifikasi tersebut. Biasanya disediakan oleh pihak LSP.
Sehingga bisa memahami apa itu sertifikasi, tahapan prosedurnya, apa yang dinilai, apa saja yang harus disiapkan para peserta, dan detail lainnya. Pemahaman ini penting untuk memastikan bisa mengikuti proses sertifikasi sampai tuntas.
Baca Juga: Besaran Tunjangan Sertifikasi Dosen Berapa? Syarat dan Prosedurnya
5. Persiapkan Diri Menghadapi Uji Kompetensi
Pastikan untuk mempersiapkan diri mengikuti sertifikasi asesor. Artinya, perlu mempersiapkan diri mengikuti seluruh tahapan dan alur proses sertifikasi tersebut.Â
Kemudian, pastikan memahami apa saja yang harus disusun dan dilakukan untuk memaksimalkan penilaian dari master asesor. Tujuannya agar bisa mengikuti seluruh proses dengan baik dan mendapat nilai optimal.
Tidak ada salahnya juga menyiapkan mental tidak lulus. Sehingga sudah menyiapkan rencana berikutnya sebagai solusi atas hasil sertifikasi tersebut. Jadi, tidak berlama-lama larut dalam kesedihan karena gagal lulus.
6. Perbanyak Pengalaman di Bidang Keahlian
Tips berikutnya adalah mempersiapkan pengalaman yang lebih di bidang keahlian yang ditekuni. Kenapa? Sebab pengalaman inilah yang akan sangat membantu mengoptimalkan nilai sertifikasi asesor.
Sertifikasi ini akan menguji seberapa kompeten menjadi asesor kompetensi. Jika minim pengalaman dan hanya paham teori. Maka saat uji kompetensi lewat praktek langsung, bisa membuat nilai terjun bebas.
7. Pastikan Siap Menjadi Asesor Kompetensi ProfesionalÂ
Tips berikutnya selalu dari awal mempersiapkan diri menjadi asesor kompetensi yang profesional. Pahami apa saja tugas dan tanggung jawab yang dimiliki. Kemudian, pahami juga prinsip penilaian dan etika melakukan penilaian kompetensi. Tujuannya untuk bisa menjadi asesor yang baik dan berintegritas.
Melalui beberapa tips tersebut, maka calon asesor akan lebih dimudahkan dalam proses pelatihan hingga uji kompetensi atau sertifikasi asesor. Sehingga peluang lulus dari proses sertifikasi tersebut lebih tinggi. Kemudian bisa segera menjalankan tugas impian melakukan penilaian kompetensi.
sumber:
- LSP P2 BBPVP Medan. [@lspbbpvp_medan]. (2026, Feb 09). Mengenal Asesor dalam Dunia Sertifikasi KompetensiâŠ[Foto]. Instagram. https://www.instagram.com/p/DUh79n_kcHT/?img_index=1Â
- Khakim, K. (2026). Cara Mendapatkan Sertifikasi Kompetensi Resmi BNSP. Diakses pada 30 Juli 2026 dari https://lsp.geti.id/2026/04/06/cara-mendapatkan-sertifikasi-kompetensi-resmi-bnsp/Â
- Sertifikasi Asesor BNSP 2026: Cara, Syarat & Biaya. (2026). Dilatih.co. Diakses pada 30 Juli 2026 dari https://dilatih.co/blog/sertifikasi-asesor-bnsp-cara-syarat-biaya

