Apakah Anda sedang menyusun karya ilmiah sperti tugas akhir atau laporan riset? Jika iya, Anda perlu memahami kerangka penelitian sejak awal. Bagian ini membantu Anda menyusun arah penelitian secara runtut, logis, dan mudah dipahami oleh pembaca.
Melalui artikel ini, Anda akan memahami pengertian, fungsi, isi, contoh, gambar alur, hingga cara membuat kerangka penelitian secara sistematis. Dengan begitu, Anda bisa menyusun rancangan riset yang lebih kuat sejak tahap awal.
Daftar Isi
ToggleApa Itu Kerangka Penelitian?
Kerangka penelitian adalah rancangan sistematis yang menggambarkan alur pemikiran, tahapan, serta hubungan antarbagian dalam sebuah penelitian ilmiah. Kerangka ini membantu peneliti menjelaskan bagaimana masalah penelitian dikaji, teori digunakan, data dikumpulkan, dan hasil dianalisis.
Baca Juga: Metode Observasi: Pengertian, Tujuan, Macam dan Cirinya
Fungsi Kerangka Penelitian
Kerangka penelitian memiliki fungsi penting dalam proses penyusunan riset ilmiah. Beberapa fungsi utamanya adalah sebagai berikut:
- Membantu peneliti menjaga fokus penelitian agar tidak keluar dari topik utama.
- Menjelaskan hubungan antara latar belakang, rumusan masalah, teori, metode, dan hasil penelitian.
- Membantu peneliti memilih teori yang relevan dengan masalah yang dikaji.
- Mengarahkan peneliti dalam menentukan variabel penelitian, fokus penelitian, atau konsep utama.
- Membantu pembaca memahami alur berpikir peneliti secara runtut.
- Menjadikan proses pengumpulan dan analisis data lebih terarah.
- Mengurangi risiko pembahasan yang melebar dan tidak sesuai tujuan.
- Membantu peneliti menyusun proposal atau laporan penelitian secara lebih sistematis.
- Memudahkan dosen pembimbing, reviewer, atau penguji dalam menilai kelayakan rancangan riset.
- Membantu peneliti mengatur waktu, data, sumber teori, dan tahapan penelitian.
Baca Juga: Indikator Penelitian: Definisi hingga Cara Menentukan
Apa Saja Isi Kerangka Penelitian?
Isi kerangka penelitian dapat berbeda sesuai jenis, pendekatan, dan kebutuhan riset. Namun, secara umum, ada beberapa komponen utama yang sering digunakan dalam karya ilmiah:
1. Latar Belakang Masalah
Latar belakang masalah menjelaskan alasan mengapa penelitian perlu dilakukan. Bagian ini memuat kondisi nyata, fenomena, data pendukung, gap penelitian, serta urgensi penelitian yang dipilih.
2. Rumusan Masalah
Rumusan masalah berisi pertanyaan utama yang akan dijawab melalui penelitian. Pertanyaan ini harus jelas, fokus, dan sesuai dengan latar belakang masalah.
3. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian menjelaskan hasil yang ingin dicapai oleh peneliti. Tujuan harus sejalan dengan rumusan masalah. Jika rumusan masalah berbentuk pertanyaan, tujuan penelitian biasanya berbentuk pernyataan.
4. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian menjelaskan kontribusi riset bagi ilmu pengetahuan, masyarakat, lembaga, atau pihak tertentu. Umumnya, manfaat penelitian dibagi menjadi dua, yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis.
Manfaat teoritis berkaitan dengan pengembangan ilmu pengetahuan. Sementara itu, manfaat praktis berkaitan dengan kegunaan hasil penelitian dalam kehidupan nyata.
Parafrase Indonesia memiliki E-Book Mengubah Karya Ilmiah 30 Hari yang bisa bisa membantu anda dalam menyempurnakan karya ilmiah menjadi buku berkualitas
5. Kajian Pustaka atau Kajian Teori
Kajian pustaka memuat teori, konsep, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik. Bagian ini menjadi fondasi ilmiah dalam menyusun kerangka berpikir.
6. Variabel atau Fokus Penelitian
Dalam penelitian kuantitatif, peneliti biasanya menggunakan variabel. Variabel dapat berupa variabel bebas, variabel terikat, variabel kontrol, atau variabel moderator.
7. Hipotesis Penelitian
Hipotesis adalah dugaan sementara yang akan diuji melalui data. Bagian ini lebih sering digunakan dalam penelitian kuantitatif. Dengan membuat Hipotesis membantu peneliti menentukan arah pengujian data. Namun, tidak semua penelitian membutuhkan hipotesis. Penelitian kualitatif biasanya menggunakan pertanyaan penelitian atau fokus penelitian.
8. Metode Penelitian
Metode penelitian menjelaskan cara peneliti mengumpulkan dan menganalisis data. Bagian ini biasanya mencakup pendekatan penelitian, jenis penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, instrumen, serta teknik analisis data.
9. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan menjelaskan susunan laporan penelitian. Bagian ini membantu pembaca memahami urutan pembahasan dalam karya ilmiah.
Baca Juga: Memahami Batasan Masalah dalam Riset Ilmiah
Contoh Kerangka Penelitian
1. Contoh Kerangka Penelitian Kualitatif
Judul: “Analisis Dampak Media Sosial terhadap Kesehatan Mental Remaja di Kota X”
Kerangka Penelitian:
1. Hasil yang Diharapkan: Penelitian diharapkan mampu menjelaskan pengalaman remaja dalam menggunakan media sosial dan dampaknya terhadap kesehatan mental mereka.
2. Pendahuluan: Bagian ini menjelaskan meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan remaja. Peneliti juga menjelaskan dampak yang mulai terlihat, seperti kecemasan, tekanan sosial, perbandingan diri, atau perubahan pola tidur.
3. Rumusan Masalah: Rumusan masalah dapat berbentuk pertanyaan, misalnya: “Bagaimana dampak penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental remaja di Kota X?”
4. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian adalah memahami dampak positif dan negatif media sosial terhadap kesehatan mental remaja.
5. Kajian Teori: Peneliti dapat menggunakan teori kesehatan mental, teori interaksi sosial, serta konsep penggunaan media sosial pada remaja.
6. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam kepada remaja yang aktif menggunakan media sosial.
7. Teknik Analisis Data: Peneliti dapat memakai analisis tematik. Data wawancara dikodekan, dikelompokkan, lalu ditafsirkan sesuai tema yang muncul.
2. Contoh Kerangka Penelitian Kuantitatif
Judul: “Pengaruh Motivasi Belajar terhadap Prestasi Akademik Siswa Kelas XII SMA di Kota Y”
Kerangka Penelitian:
1. Pendahuluan: Bagian ini menjelaskan pentingnya motivasi belajar dalam mendukung prestasi akademik siswa.Rumusan Masalah
2. Rumusan masalah: dapat berbentuk: “Apakah motivasi belajar berpengaruh terhadap prestasi akademik siswa kelas XII SMA di Kota Y?”Tujuan Penelitian
3. Tujuan penelitian adalah mengukur pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi akademik siswa.
4. Variabel Penelitian: Variabel bebas: motivasi belajar, Variabel terikat: prestasi akademik.
5. Hipotesis
H₀: Motivasi belajar tidak berpengaruh terhadap prestasi akademik siswa.
H₁: Motivasi belajar berpengaruh positif terhadap prestasi akademik siswa.
6. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel diambil dari siswa kelas XII dengan teknik random sampling.
7. Instrumen Penelitian: Data motivasi belajar dikumpulkan melalui kuesioner. Data prestasi akademik dapat diperoleh dari nilai rapor atau dokumen akademik.
8. Teknik Analisis Data: Peneliti dapat menggunakan uji regresi linear sederhana untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi akademik.
9. Hasil yang Diharapkan: Penelitian diharapkan menunjukkan apakah motivasi belajar memiliki hubungan positif dengan prestasi akademik siswa.
Cara Membuat Kerangka Penelitian
Dalam penerapannya, terdapat beberapa tahapan yang mesti Anda lakukan ketika menyusun kerangka penelitian ini. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat kerangka berpikir dalam pengerjaan riset ilmiah, yakni.
1. Tentukan Topik Penelitian
Langkah pertama adalah menentukan topik penelitian. Pilih topik yang relevan dengan bidang keilmuan, menarik untuk dikaji, dan memiliki dasar masalah yang jelas.
2. Susun Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian
Setelah memilih topik, identifikasi masalah utama yang ingin diteliti. Masalah dapat berasal dari fenomena nyata, data lapangan, hasil observasi, pengalaman akademik, atau gap penelitian terdahulu.
Pada tahap ini, Anda perlu menjawab beberapa pertanyaan. Apa masalah yang terjadi? Mengapa masalah tersebut penting? Siapa yang terdampak? Apa yang belum dijelaskan oleh penelitian sebelumnya?
3. Susun Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian
Rumusan masalah harus dibuat dalam bentuk pertanyaan yang jelas. Pertanyaan ini akan menjadi arah utama penelitian. Setelah itu, susun tujuan penelitian berdasarkan rumusan masalah, pastikan keduanya saling berkaitan.
4. Pilih Bentuk Pendekatan Penelitian
Pendekatan kualitatif cocok jika Anda ingin memahami pengalaman, makna, persepsi, atau fenomena secara mendalam. Sedangkan, Pendekatan kuantitatif cocok jika Anda ingin mengukur hubungan, pengaruh, atau perbedaan menggunakan data numerik.
4. Susun Kajian Teori
Langkah berikutnya yang bisa Anda lakukan adalah menyusun kajian teori yang digunakan dalam penelitian. Pilih teori atau konsep yang sekiranya relevan dengan tema bahasan yang diangkat.
Setelah itu, hubungkan teori yang Anda gunakan tersebut dengan variabel dalam penelitian.
5. Tentukan Variabel Penelitian
Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, Anda juga bisa menentukan variabel yang digunakan dalam penelitian, khususnya bagi riset yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Terdapat dua jenis variabel penelitian yang bisa digunakan, yakni variabel bebas dan terikat.
Variabel bebas atau independen biasanya memiliki faktor yang memengaruhi. Sebaliknya, variabel terikat atau dependen memiliki variabel yang dipengaruhi.
6. Susun Metode Penelitian
Tahapan berikutnya yang perlu dilakukan dalam menyusun kerangka berpikir adalah membuat metode penelitian. Jelaskan teknik apa saja yang Anda gunakan dalam proses pengerjaan penelitian, baik dalam hal pengumpulan data maupun analisisnya.
7. Buat Kerangka Berpikir
Setelah itu, susun kerangka berpikir berdasarkan instrumen yang sudah Anda persiapkan sebelumnya. Visualisasikan hubungan antara teori, variabel, serta rumusan masalah yang dibahas dalam penelitian ilmiah.
Anda juga bisa menggunakan bagan atau diagram untuk membuat diagram ini agar lebih jelas dan mudah untuk dipahami.
8. Tulis Kerangka Penelitian Secara Sistematis
Terakhir, pastikan untuk menulis kerangka penelitian secara sistematis. Anda bisa memulai penulisan dari pendahuluan, kajian teori, metodologi, hingga hasil yang ingin dicapai.
Gambar Kerangka Penelitian
Informasi terakhir yang bisa Anda dapatkan dalam artikel ini adalah gambar dari bentuk kerangka penelitian. Berikut contoh gambar dari kerangka berpikir yang menjelaskan alur pengerjaan sebuah penelitian lengkap beserta penjelasannya.
Itulah penjelasan lengkap terkait kerangka penelitian dalam sebuah riset ilmiah. Jangan lewatkan informasi ter-update tentang penelitian dan penyusunan karya ilmiah dengan membaca artikel-artikel terbaru dari Parafrase Indonesia!
Referensi:
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Creswell, John W. Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Thousand Oaks: SAGE Publications.
Luft, J. A., Jeong, S., Idsardi, R., & Gardner, G. E. “Literature Reviews, Theoretical Frameworks, and Conceptual Frameworks.” CBE—Life Sciences Education.
University of Southern California Libraries. “Organizing Your Social Sciences Research Paper: Theoretical Framework.” Dalam USC Libraries Research Guides.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. Qualitative Data Analysis. Thousand Oaks: SAGE Publications.
Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Penerbit Deepublish. “Kerangka Penelitian dan Tata Cara Membuatnya.” Dalam Penerbit Deepublish. Diakses melalui https://penerbitdeepublish.com/tutorial-menulis/menulis-karya-ilmiah/kerangka-penelitian/
Deepublish Store. “Kerangka Penelitian: Pengertian, Isi dan Contoh.” Dalam Deepublish Store. Diakses melalui https://deepublishstore.com/blog/penelitian-skripsi/kerangka-penelitian/
TSurvey. “Kerangka Teori Penelitian: Pengertian, Langkah Penyusunan, dan Contohnya.” Dalam TSurvey. Diakses melalui https://tsurvey.id/portal/kerangka-teori-penelitian-pengertian-langkah-penyusunan-dan-contohnya
Tesis.id. “Kerangka Penelitian: Konsep, Struktur, dan Implementasinya dalam Penelitian Ilmiah.” Dalam Tesis.id. Diakses melalui https://tesis.id/blog/kerangka-penelitian-konsep-struktur-dan-implementasinya-dalam-penelitian-ilmiah/

